Pentingnya Peran Make Up Dalam Pemotretan Model

Dalam pemotretan model, disamping masalah lighting dan teknik fotografi yang harus dikuasai oleh seorang fotografer, untuk mendapatkan hasil karya foto yang maksimal ternyata ada unsur penting lainnya yang harus diperhatikan, yakni make up. Diungkapkan oleh salah satu MUA professional, Naomi Agustin, bahwa pentingnya make up saat melakukan photoshoot bertujuan untuk lebih menampilkan aura kecantikan dari seorang model yang menjadi obyek foto.

“ Make up dalam pemotretan itu berfungsi sebagai penambah daya tarik untuk lebih memaksimalkan aura kecantikan dari si model agar lebih sempurna serta sesuai dengan karakter maupun konsep foto yang dibuat. Selain itu, tidak semua model memiliki wajah halus atau tidak berjerawat ketika pemotretan dilakukan. Dengan di cover oleh make up, maka minus yang terdapat pada wajah model bisa ditutupi, sehingga akan terlihat lebih mempesona dalam frame foto. Dan tentunya hal tersebut akan meringankan juga tugas fotografer pada saat melakukan editing usai memotret.” terangnya.

Namun sebelum melakukan riasan pada wajah model sambungnya, seorang make up art harus memahami terlebih dulu apa yang menjadi konsep atau tema pemotretan. Selain itu lokasi pemotretan apakah dilakukan di indoor (studio) atau outdoor juga harus diketahui oleh seorang make up art. Karena jelas Naomi, hal itu juga akan menentukan seperti apa treatment make up yang akan dilakukan oleh juru rias pada wajah si model.   “ Untuk itu perlu ada komunikasi yang baik antara fotografer dengan make up art (MUA), supaya tidak terjadi kesalahpahaman terkait riasan pada model yang menjadi obyek foto. “ tutur wanita yang telah menggeluti profesi sebagai make up art selama 10 tahun tersebut.

Lebih jauh iapun mengatakan, bahwa sangat penting seorang MUA mengerti pula tentang efek dari pencahayaan terhadap hasil make up, terutama untuk pemotretan model. Oleh karena itu, ketika melakukan make up  sebaiknya gunakanlah ring light. Tujuannya terang Naomi, supaya terlihat secara pasti apakah riasan yang diberikan pada wajah si model sudah pas atau belum.

Dikesempatan yang sama, iapun menjelaskan perbedaan treatment make up untuk pemotretan indoor serta outdoor. “ Kalau di indoor jangan gunakan produk yang mengandung SPF (anti sinar matahari), karena wajah akan terlihat agak putih dalam frame foto. Apabila modelnya tidak berhijab, maka foundation harus merata ke bagian leher dan tangan, supaya tidak belang di frame. Make up juga lebih ditingkatkan ketebalannya. Karena jika sudah terkena lighting, make up akan terlihat beberapa persen memudar. Sedangkan untuk di outdoor, yang perlu diperhatikan yaitu gunakanlah base make up supaya lebih tahan lama. Selain itu gunakanlah make up yang waterproof agar tidak mudah luntur akibat keringat. Dan yang terakhir, semprotkan setting spray guna mengunci make up supaya lebih tahan lama. “ ungkapnya.

Diakhir perbincangannya Naomi pun berharap, mengingat pentingnya peran make up dalam suatu pemotretan model, ia meminta kepada semua pihak untuk lebih menghargai peran seorang MUA. Baik itu dari sisi tenaga maupun nominal fee yang harus diberikan kepada para make up art tersebut. Karena untuk menjadi seorang MUA professional terangnya, perlu perjuangan yang panjang dan tidak mudah serta mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk kursus maupun membeli peralatan make up.(Rul)

 

 

 

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION