Jerry Aurum : Menulis Buku Itu Cara Saya Salurkan Egoisme

Sebagai seorang fotografer komersial, nama Jerry Aurum pastinya sudah tidak asing lagi di telinga fotografer Indonesia. Perjalanan karir Jerry Aurum di dunia fotografi mulai ia tekuni secara serius pada tahun 1992 silam. Namun, ketertarikan pria kelahiran 42 tahun silam ini pada dunia fotografi terjadi sejak ia berumur 5 tahun.

Diungkapkan oleh Jerry, pertama kali ia menjual hasil fotonya terjadi saat masih bersekolah di bangku SMA. Dengan berbekal kamera Nikon FM 2 yang ia miliki, Jerry pun memotret teman – teman sekolahnya laksana model. “Satu foto saya jual seharga 1000 rupiah saat itu. Jadi kalau satu rol film isi 36, saya bisa dapat uang 36 ribu. Sementara modal yang saya keluarkan nggak sampai 15 ribu.”terang pria kelahiran Medan ini saat dijumpai di kediamannya dikawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Ketika kuliah di ITB, keseriusannya untuk berkarir dan menekuini bisnis di dunia fotografipun semakin kuat. Hal itu dibuktikan dengan membuat 500 eksemplar kalender yang berisikan karya – karya fotonya, yang dijual kepada rekan – rekan se almamaternya. Namun dari jumlah tersebut, tidak semuanya ia jual. Ada juga yang dibagikan secara gratis kepada rekan – rekannya dan juga ke 300 perusahaan. Saat itu ia merasa yakin, bahwa langkah yang ia tempuh tersebut akan membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kekuatan dari keyakinannya kala itu untuk menjaring peluang akhirnya menuai hasil. Lima tawaran kerja datang dari lima klien berbeda. Proyek pertamanya datang dari perusahaan perminyakan, Connoco Philips, yang memintanya terlibat dalam pemotretan kilang minyak di pedalaman Palembang selama tiga hari dengan nilai kontrak yang cukup besar. Tidak tanggung – tanggung, Jerry mengaku saat itu ia dibayar sebesar 45 juta rupiah.

Karir Jerry dibidang komersial fotografi hingga kinipun masih terus berlanjut dan bersinar. Iapun sudah lama go internasional dan melanglang ke sejumlah negara untuk membuktikan kemampuannya. Akhirnya banyak perusahaan internasional yang mempercayai Jerry untuk menangani berbagai project sdiantaranya yaitu Microsoft Asia, perusahaan tembakau di Pakistan, desainer terkemuka di Amerika, dan sebuah WO di Texas. Sementara  di dalam negeri, tentu saja kemampuannya di bidang fotografi sudah tidak perlu diragukan lagi. Terbukti dari banyaknya perusahaan otomotif terkemuka yang memakai jasanya. Bahkan, saat ini Jerry dipercaya untuk menangani berbagai project foto di Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan Indonesia ke manca negara.

Disamping memotret untuk kepentingan komersial, Jerry juga masih menyempatkan diri untuk menggelar pameran dan menulis sejumlah buku tentang fotografi. Hingga saat ini total ada 4 buku yang telah ia tulis, yakni Femaleography pada tahun 2006 dan In My Room yang diterbitkan pada tahun 2009. Sedangkan pada tahun 2013 dan akhir 2014, ia membuat buku yang berjudul Hampir Fotografi serta On White. “Kalau di komersial kan saya memotret untuk kepentingan klien. Sedangkan kalau menulis buku, itu adalah cara saya untuk menyalurkan egoism saya di fotografi.”ucap Jerry.(Rul)

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION