Fotografer Kena Pungli Saat Motret Di Ruang Publik, Itu Tindak Pidana

Kegiatan fotografi,  khususnya untuk pemotretan model, kerap memanfaatkan ruang publik sebagai lokasi huntingnya. Adapun ruang publik yang dimaksud diantaranya adalah ruang terbuka hijau atau taman – taman yang telah disediakan oleh pihak pemerintah daerah setempat. Namun meskipun ruang publik tersebut sejatinya dapat di manfaatkan oleh warga masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti fotografi secara gratis, terkadang ada saja oknum yang meminta sejumlah uang kepada fotografer dengan berbagai macam alasan.

Menyoroti permasalah tersebut, diungkapkan oleh Padmo SH, selaku praktisi hukum, bahwa apa yang dilakukan oleh oknum itu merupakan bentuk pungli atau pungutan liar. Karena dalam Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, khususnya di Jakarta, yakni Perda nomor 1 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2012 yang mengatur masalah retribusi daerah disebutkan, retribusi hanya di kenakan untuk kegiatan shooting film bukannya fotografi.

Soal pungli tersebut dikatakan oleh Padmo SH, bahwa tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan untuk masalah pungli ini, Presiden telah mengeluarkan Perpres nomor 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang melakukan pungli sambung Padmo SH, diantaranya yakni penyalahgunaan wewenang, mental atau karakter seseorang, faktor ekonomi, terbatasnya SDM serta lemahnya sistem kontrol dan pengawasan.

Untuk itu, ia meminta agar orang atau fotografer yang memang benar di pungli saat melakukan pemotretan di ruang publik untuk tidak segan – segan melaporkan hal tersebut ke instansi terkait. “ Kalau secara spesifik tentang Pungli memang tidak diatur dalam KUHP. Namun kalau dirujuk, itu bisa dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Dan ancaman hukumannya penjara paling lama 9 tahun.” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa selain ke pihak kepolisian, masyarakat yang terkena pungli saat melakukan pemotretan di ruang publik bisa melaporkan juga kasus tersebut ke Ombudsman, atau juga ke tim Saber Pungli. “Dan jangan khawatir, identitas pelapor pasti akan di rahasiakan.”tuturnya.

Dikesempatan yang sama, ia berharap agar para pelaku pungli bisa dihukum secara maksimal jika terbukti melakukan tindakan pidananya. Hal itu dikatakan Padmo SH, agar bisa menimbulkan efek jera kepada si pelaku. “Sedangkan untuk warga yang merasa terkena pungli, sekali lagi saya katakan untuk jangan segan – segan melaporkan hal tersebut.”imbuhnya.(Rul)

 

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION

Comments

  • Riyanto April 11, 2018 at 1:40 pm

    Setuju sekali,, pungki itu sangat merugikan masyarakat, dan sekarang pungli pun terjadi di mana-mana yang terkadang dilakukan terang terangan oleh pihak2 tertentu,

    Reply
    • syachrul Ibrahim April 11, 2018 at 2:02 pm

      Betul Pak Riyanto, Untuk itu diperlukan keberanian dari para korbannya untuk melaporkan pelaku Pungli ke instansi terkait. Hal itu sangat penting, agar bisa segera diambil tindakan tegas baik oleh atasannya ataupun oleh aparat berwajib.

      Reply