5 Kesalahan Penggunaan Lensa Wide Angle Saat Memotret

Lensa wide angle merupakan lensa dengan spesifikasi khusus untuk sudut lebar. Namun nyatanya menggunakan lensa ini tidaklah mudah sehingga banyak fotografer yang kerap melakukan kesalahan diantaranya adalah menggunakan lensa wide angle hanya untuk menyertakan seluruh elemen ke dalam satu frame. Kesalahan lainnya yakni mendapatkan gambar portrait yang datar dan menggunakan sudut lebar tanpa alasan yang jelas. Dan untuk lebih detailnya, mari kita lihat berbagai kesalahan yang sangat umum dilakukan oleh seorang fotografer, terutama yang masih pemula ketika menggunakan lensa wide angle:

  1. Memiliki Jarak Yang Sama Dengan Lensa

Esensi dari sebuah gambar landscape adalah mengungkapkan kesan 3 dimensi dalam gambar 2 dimensi. Sehingga, faktor peletakan elemen serta faktor jarak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan gambar. Menyertakan foreground atau benda berjarak dekat dengan lensa, merupakan cara jitu untuk memperkuat kesan jauh, sehingga kesan 3 dimensi akan lebih muncul. Menambah elemen lain seperti manusia, hewan, tumbuhan, bebatuan atau hal lain di area foreground bisa juga menjadi pembanding atau sense of scale sehingga viewer akan menyadari seberapa besar ukuran dalam dunia nyata.

  1. Tidak Punya Subjek Yang Jelas

Ketika Anda menampilkan suatu benda dalam bentuk focus atau tajam, dan mampu menjadi perhatian orang yang melihatnya, maka disitulah subjek akan berhasil. Kecenderungan dalam gambar landscape, adalah pemandangan yang begitu indah sehingga Anda ingin memasukkan semua elemen ke dalam frame. Imbasnya, Anda ataupun pemirsa jadi  tidak mengetahui mana subyek utama dari foto tersebut yang ingin Anda tonjolkan. Perlu diketahui, bahwa fotografer pro ketika mengambil sebuah gambar, hasilnya akan cenderung sempurna. Butuh beberapa percobaan, review serta beberapa opsi lain. Dalam mengambil subjek dan gambar, sebaiknya Anda harus mampu membuat foto tersebut “bercerita” tentang apa pesan yang ingin Anda sampaikan.

  1. Memasukkan Semua Elemen Ke Dalam Gambar

Ini adalah kesalahan paling lazim dilakukan, bukan hanya menggunakan lensa wide tapi lensa apapun dikarenakan adanya kebingungan dari si fotografer. Poin 1 sampai 3, semuanya berhubungan, jadi ambillah sesuatu yang paling menarik sebagai subyek utama, dan biarkan sisanya menjadi background. Gunakan saja komposisi yang sederhana, seperti pepatah less is more.

  1. Gambar Portrait Yang Kurang Istimewa

Kamera saku biasanya memiliki lensa wide angle dan lensa ini sebenarnya bukan lensa yang cocok untuk fotografi portrait. Hal tersebut  dikarenakan efek distorsi bentuk yang dihasilkannya. Cobalah mengambil portrait close up/dari jarak dekat, biasanya hidung akan lebih lebar, muka lebih lonjong dan lain sebagainya. Secara sederhana, apabila Anda ingin mendapatkan portrait realis yang istimewa, maka hindari saja lensa wide angle. Namun lensa wide angle bisa digunakan dengan tujuan khusus, misal portrait humor, portrait environment, atau menceritakan suatu kejadian subjek didalam gambar. Anak-anak merupakan subjek yang cocok untuk dieksplor menggunakan portrait environment. Menempatkan manusia secara dekat dengan lensa akan menghasilkan distorsi bentuk. Selain itu, perlu juga bagi Anda untuk menghindari area pojok kiri dan kanan frame. Karena disanalah distorsi akan lebih tinggi, lebih baik menggunakan area tengah.

  1. Distorsi Bentuk

Hati hati dalam menghadapi benda benda lurus meninggi atau melebar, karena bisa nampak melengkung jika di foto dengan menggunakan lensa ini. Gambar lurus bisa dihasilkan jika kamera diarahkan lurus. Angle kamera yang sedikit ke atas atau kebawah dapat mendistorsi garis. Menjaga kamera menghadap lurus akan mempermudah Anda menghasilkan gambar yang baik dan tentunya akan lebih minim post processing.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION