Ciri-Ciri Urine Pada Penderita Gangguan Ginjal

Sebagaimana yang telah Anda ketahui, ginjal adalah organ dalam tubuh manusia yang sangat penting perannya bagi kesehatan. Ginjal juga merupakan bagian dari saluran kandung kemih, yang memiliki beberapa fungsi di antaranya adalah menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dalam urine. Dengan kondisi tersebut, membuat urine bisa digunakan sebagai pendeteksi terbaik untuk mengetahui  seseorang mengalami gangguan pada ginjalnya.

Dijelaskan oleh salah seorang pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Parlindungan Siregar, SpPd-KH, bahwa melihat warna urine merupakan cara yang paling sederhana dan bisa dijadikan patokan untuk mendeteksi masalah pada ginjal seseorang. Warna urine yang sehat biasanya berwarna kuning jernih hingga kuning pucat, namun ada beberapa jenis warna lainnya, khususnya jika Anda ternyata memiliki masalah pada ginjal. Berikut ini adalah beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa ginjal Anda sedang mengalami gangguan.

  • Saat seseorang mengalami gangguan ginjal, jumlah air seni yang dikeluarkan akan lebih sedikit dari biasanya. Namun jika gangguan ini masih pada tahap awal, hal tersebut tidak akan begitu terasa.
  • Jika warna urine yang dikeluarkan saat Anda buang air kecil mulai berwarna kemerahan, kecokelatan atau mirip seperti minuman bersoda, hal ini bisa disebabkan karena adanya kemungkinan darah yang tercampur dari sebuah infeksi. Dan bila urine Anda memiliki busa, ada kemungkinan telah terjadi protein yang bocor dan tercampur keluar lewat urine.
  • Saat melakukan tes urine, ternyata terdapat zat eritrosit dan leukosit di dalamnya.

Apabila telah terdapat tanda-tanda sebagaimana yang sudah diuraikan diatas, ada baiknya Anda mulai memeriksakan ginjal ke dokter untuk dapat mengetahui langkah terbaik bagi kesehatan tubuh selanjutnya. Selain itu, penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Itu artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Saat fungsi ginjal terganggu, zat sisa limbah tubuh dan cairan yang menumpuk di dalam tubuh akan menyebabkan gejala berupa pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas hingga sesak napas.

Menjaga Kesehatan Ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring zat limbah tubuh, beberapa mineral dan cairan. Jika terdapat penurunan fungsi ginjal, maka akan sulit baginya untuk membuang zat-zat limbah tersebut. Oleh karena itu, pola diet yang sebaiknya dijalani oleh penderita penurunan fungsi ginjal adalah diet rendah protein dan beberapa mineral. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal, antara lain:

  • Cukupi Asupan Cairan

Untuk menjaga kesehatan ginjal, pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik. Sebab, bila tubuh tidak cukup mendapatkan asupan cairan, maka ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik menyaring dan  membuangnya menjadi urine. Indikator sederhana yang bisa dijadikan patokan apakah tubuh Anda terhidrasi dengan baik adalah dengan melihat warna urine. Bila berwarna cokelat tua dan bukannya kekuningan, itu artinya tubuh membutuhkan lebih banyak air.

  • Menjaga Berat Badan Ideal

Meningkatnya berat badan dapat meningkatkan tekanan darah. Ketika tekanan darah meningkat, hal itu adalah sesuatu yang berbahaya bagi ginjal. Dan bukan hanya ginjal saja, dampak lain yang bisa terjadi adalah meningkatkan risiko penyakit jantung. Perhatikan berat badan dan indeks massa tubuh Anda. Lakukan olahraga secara teratur seperti bersepeda, berenang, atau berlari guna mendapatkan berat badan yang ideal.

  • Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol ataupun menghisap rokok dapat menimbulkan tekanan darah tinggi serta  hipertensi di mana keduanya adalah penyebab penyakit ginjal. Setelah Anda mengetahui kebiasaan apa saja yang bisa membahayakan kesehatan ginjal, sebaiknya Anda juga harus menjaga ginjal dengan makanan yang sehat pula. Pastikan makanan yang Anda konsumsi kaya akan biji-bijian, sayur dan buah. Disamping itu, hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan terlalu asin.(ARa)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION