7 Materi Dasar Fotografi Yang Harus Di Pahami Pemula

Secara sederhana, fotografi bisa didefinisikan sebagai seni memotret objek dengan cahaya yang masuk dari lensa kamera. Fotografi pada dasarnya memliki tingkat kerumitan dan kesulitan pada waktu  pengambilan gambar dilakukan. Belajar fotografi bukan hanya asal jepret serta memainkan focus lensa saja. Anda harus pula mempelajari teknik dasar nya supaya dikemudian dapat menghasilkan karya fotografi yang baik dan berkualitas. Adapun beberapa materi dasar fotografi yang harus dipelajari dan dipahami oleh seorang pemula adalah sebagai berikut:.

  1. Pengenalan Kamera

Langkah pertama yaitu mengenali kamera, mengetahui tahap-tahap penting kamera dan juga fitur pada kemampuan kamera yang Anda miliki. Pahami dan pelajari kegunaan dari setiap tombol yang tersebar pada kamera Anda, baik kamera DSLR maupun mirrorles. Anda harus paham betul bagian mana yang bisa untuk mengatur manual fokus, autofokus dan lain sebagainya.

  1. Fokus

Fokus adalah titik dimana objek foto mendapatkan perhatian utama. Pada pemotretan, fokus sangatlah penting untuk Anda pahami. Terkadang karena tidak menempatkan fokus secara benar, foto bisa menjadi miss focus atau buram. Penggunaan fokus bukan hanya menyangkut soal lensa saja. Ada pengaturan tambahan yang harus dipahami cara kerjanya yaitu bagaimana fokus itu bekerja maksimal dari lensa dan kamera. Kesalahan menempatkan pengaturan fokus  di kamera tentu akan berakibat fatal dan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir gambar.

  1. Metering

Metering merupakan alat ukur pada kamera  untuk mengukur pencahayaan yang masuk. Metering ini menentukan seberapa banyak cahaya yang akan dipakai untuk mengekspose suatu gambar. Oleh sebab itu, seringkali  jika menggunakan kamera Anda melihat beberapa elemen exposure seperti speed atau diafragma bergerak sendiri karena Anda  menggerakkan kamera. Hal tersebut terjadi karena kamera menghitung terus jumlah cahaya nya.

  1. White Balance (WB)

Fitur ini yang membedakan antara kamera analog dan kamera digital. Untuk memotret dengan kamera analog, akan membutuhkan banyak filter terutama pada pemotretan objek seperti bohlam lampu kuning ataupun lampu TL (putih). Hal itu disebabkan, kamera terkadang  membaca kondisi cahayanya tidak sesuai dengan apa yang Anda lihat. Kamera tidak dapat menangkap color temperature (suhu warna). Saat ini kamera digital sudah memiliki White Balance yang memudahkan Anda untuk memotret.

  1. Basic Teknik

Dalam basic teknik Anda harus mengetahui 3 elemen penting yang perlu dipelajari, diantaranya:

Komposisi merupakan teknik menyusun elemen – elemen penting yang ada dalam suatu objek foto secara menyeluruh. Adapun elemen yang dimaksud antara lain, garis, shape atau bentuk, tekstur, warna, patterns, serta gelap dan terang. Mempelajari komposisi beserta elemen – elemen di dalamnya sangat penting, karena komposisi membantu mata Anda untuk lebih peka dalam menangkap berbagai elemen dalam objek saat memotret. Komposisi juga membantu memotret objek dengan kadar keseimbangan tertentu.

Exposure  merupakan teknik yang wajib dipelajari dan pahami oleh setiap fotografer. Apabila  Anda tidak mengatahui teknik ini, maka hasil jepretan akan terasa kurang menarik, karena exposure merupakan nyawa penting dalam seni fotografi. Unsur ini dibedakan menjadi tiga bagian yaitu ISO, Shutter Speed dan Aperture/ Diafragma. Inilah yang menjadikan foto Anda seolah – olah hidup sebab adanya dorongan komposisi foto yang selaras.

Depth of Field adalah penciptaan rasa tiga dimensi dalam sebuah foto. Kedalaman ini bisa diciptakan dengan mengatur fokus, pembingkaian dan sudut pandang. Fokus dapat melibatkan banyak zoom pada beberapa objek tertentu, sehingga ia akan tampak begitu bening sementara sekelilingnya buram aliah blur. Sementara pembingkaian melibatkan identifikasi objek yang tampak dekat, meskipun sebenarnya jauh.

  1. Pengenalan Flash

Flash atau lampu kilat ini berguna untuk menambah atau mengurangi kecerahan terhadap objek yang difoto. Flash eksternal merupakan perlengkapan kamera yang harus dimiliki, meskipun flash built in kamera sudah ada. Perbedaan mendasar adalah kekuatan dari flash eksternal memiliki fitur lebih lengkap dibanding dengan pop up flash. Satuan kekuatan dalam flash ini disebut GN (guide number). Flash ini diletakkan di hotshoe kamera dan dapat digunakan terpisah dari kamera. Namun untuk kondisi ini diperlukan perlengkapan lain seperti remote untuk mengendalikannya.

  1. Creative Shooting

Beberapa jenis creative shooting yang harus Anda ketahui antara lain Panning, Slow Speed, Siluet, Refleksi dan Night Shooting dan city scape. Semua jenis creative shooting ini dapat diterapkan melalui praktek secara langsung (hunting) ditempat terbuka (outdoor).(Rul)

 

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION