13 Nilai Berita Yang Terkandung Dalam Foto Jurnalistik

Bila melihat koran atau majalah, dapat dipastikan Anda akan menemukan beberapa foto didalamnya,  terutama di bagian headline atau cover majalah. Keberadaan foto dalam surat kabar atau majalah, mampu membuat tampilan media massa tersebut tampak lebih menarik. Disamping memiliki daya tarik, foto juga memperjelas gambaran suatu kejadian, bagaimana situasi ataupun kondisi terkait hal yang diberitakan Sebuah foto juga dapat menggerakkan emosi pembaca. Lantas seberapa besarkah nilai berita dalam suatu foto jurnalistik? Untuk mengetahui hal tersebut, simaklah uraiannya berikut ini.

Foto Jurnalistik

Foto jurnalistik merupakan foto yang mengandung nilai berita atau dapat pula dikatakan sebagai berita dalam bentuk foto. Fotografi jurnalistik biasanya secara khusus diambil untuk menggambarkan sebuah peristiwa aktual secara akurat. Suatu foto jurnalistik yang baik harus memiliki tema yang ingin diberitakan atau ditonjolkan, serta dapat menyampaikan tema tersebut  dalam bentuk visual kepada pembacamya dengan baik. Foto jurnalistik memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:  aktual (peristiwa terbaru), faktual (asli, bukan rekayasa), penting, menarik dan berhubungan dengan berita.

Sebagai berita dalam bentuk foto, sebuah foto Jurnalistik memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  1. Melengkapi berita
  2. Menambah daya tarik berita
  3. Memperkuat bukti kejadian
  4. Memberikan gambaran atau memperkuat ilustrasi peristiwa
  5. Meningkatkan kualitas berita

Sedangkan menurut jenisnya, foto jurnalistik dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  1. Foto berita spot (Spot news photo): foto yang diambil secara insidental, misalnya foto bencana alam atau kecelakaan lalu lintas, dan lainnya.
  2. Foto berita umum (general news photo): foto kejadian terencana, misalnya foto konser musik, atau pertandingan olahraga,
  3. Foto sosial dan lingkungan (social and environtment photo): foto yang menggambarkan kehidupan masyarakat serta lingkungannya, misalnya foto kegiatan penduduk di sekita TPA, dan lain sebagainya.
  4. Foto berita potret (people in the news photo): foto orang atau tokoh dalam berita, misalnya foto presiden sedang berpidato.
  5. Foto berita iptek (science and technology photo): foto yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, contohnya seperti foto penemuan teknologi terbaru.
  6. Foto berita keseharian (daily life photo): foto mengenai kehidupan sehari-hari yang memiliki ketertarikan manusiawi, misalnya foto anak gelandangan di pinggir jalan, foto pemulung, dan lainnya.
  7. Foto berita seni dan budaya (art and culture photo): foto yang menampilkan tentang seni budaya, misalnya foto pertunjukan seni budaya.
  8. Foto berita olah raga (sport news): foto mengenai peristiwa olahraga, misalnya foto pertandingan tinju, bulu tangkis, sepak bola dan lain sebagainya.
  9. Foto essay kumpulan foto yang dirangkai membentuk cerita mengenai peristiwa tertentu, contohnya kumpulan foto perjalanan hidup seorang tokoh.
  10. Foto tunggal (single photo): foto yang berdiri sendiri (hanya satu foto) untuk melengkapi suatu berita.

Nilai Berita

Nilai berita merupakan nilai yang dikandung oleh suatu berita, yang menjadi tolak ukur kelayakan sebuah peristiwa untuk dijadikan berita. Sebab tidak semua peristiwa layak diberitakan. Terdapat 10 nilai berita yang harus dimiliki, yaitu: minat diri, uang, seks, pertentangan, kemanusiaan, ketegangan, kemasyhuran, keindahan, umur, kejahatan. Sementara itu, yang menjadi  tolak ukur kelayakan sebuah peristiwa agar dapat diangkat menjadi sebuah berita, setidaknya ada 8 nilai seperti berikut ini:

  1. Akibat: seberapa penting peristiwa tersebut, seberapa besar pengaruh atau akibatnya bagi kehidupan masyarakat/ bagi pembaca.
  2. Jarak: arti jarak disini dapat berupa jarak geografis maupun psikologis suatu peristiwa terhadap pembaca
  3. Prominence: berita mengenai tokoh, tempat atau benda yang populer selalu menarik perhatian pembaca.
  4. Drama: meski tidak terlau penting bagi publik, namun kejadian-kejadian yang bersifat dramatis mengandung daya tarik yang cukup tinggi bagi pembaca.
  5. Konflik: sebuah konflik selalu memiliki daya tarik bagi pembaca, walau terkadang tidak terlalu penting aau bahkan menakutkan, sebuah konflik selalu menarik untuk diketahui.
  6. Keanehan: sesuatu yang bersifat aneh atau tidak wajar juga selalu menarik perhatian public serta menimbulkan rasa penasaran dari pembaca.
  7. Kebaruan: peristiwa yang mengandung sesuatu yang baru, baik berupa gagasan, penemuan, ataupun perkembangan suatu peristiwa.
  8. Keselamatan Pribadi: sifat manusiawi pada diri manusia, membuat manusia selalu perduli pada peristiwa yang dialami manusia lainnya. Sehingga peristiwa yang mengambarkan terancamnya keselamatan jiwa, seringkali bukan hanya dianggap menarik, tetapi juga dianggap penting

Foto Jurnalistik dan Nilai Berita yang Dikandungnya

Sebuah foto jurnalistik haruslah memiliki nilai berita, agar foto tersebut layak diangkat sebagai sebuah berita. Berikut 13 nilai berita dalam foto jurnalistik yang menjadi tolak ukur kelayakan sebuah foto untuk dijadikan berita:

  1. Proximity: Yaitu kedekatan peristiwa yang divisualisasikan dalam foto bagi pembaca, baik kedekatan secara geografis, kultural, maupun psikologis. Misalnya foto mengenai bencana alam di dalam negri akan lebih menarik rasa ingin tahu pembaca, dibanding foto kejadian bencana alam di luar negri.
  2. Magnitude: Seberapa luas pengaruh peristiwa yang ditampilkan dalam foto bagi masyarakat. Misalnya foto kemenangan seorang atlet bulutangkis ketika mengikuti Sea Games akan lebih luas pengaruhnya dibanding foto kemenangan pemain bulutangkis antar RW di suatu wilayah.
  3. Significance: Seberapa penting arti suatu peristiwa yang ditampilkan dalam foto jurnalis bagi masyarakat. Misalnya foto mengenai kenaikan harga sembako lebih penting dibandingkan foto penyuluhan Keluarga Berencana.
  4. Impact (dampak): Berapa banyak manusia terkena dampak peristiwa yang ditampilkan dalam foto tersebut, seberapa besar dan seberapa lama dampak tersebut dialami pembaca
  5. Human Interest: foto yang memvisualisasikan peristiwa yang dapat menyentuh rasa kemanusiaan selalu menarik dan layak dijadikan sebagai sebuah berita. Misalnya foto mengenai penganiayaan yang dilakukan seorang majikan kepada TKI dan lain sebagainya.
  6. Kebaruan: peristiwa yang ditampilkan dalam foto yang mengandung sesuatu yang baru, baik berupa gagasan, penemuan, ataupun perkembangan suatu peristiwa.
  7. Luar biasa: foto yang mengambarkan sesuatu yang aneh, janggal, atau tidak biasa layak dijadikan sebagai foto jurnalistik.
  8. Konflik: foto yang menampilkan sebuah konflik memiliki daya tarik bagi pembaca, sebab konflik selalu menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan dari pembaca.
  9. Drama: meski tidak terlau penting bagi publik, namun foto yang memvisualisasikan kejadian-kejadian yang bersifat dramatis mengandung daya tarik yang cukup tinggi bagi pembaca.
  10. Keselamatan Pribadi: foto peristiwa yang mengambarkan terancamnya keselamatan manusia, seringkali bukan hanya dianggap menarik, tapi juga dianggap penting oleh pembaca.
  11. Kejelasan: foto jurnalistik harus dapat memvisualisasikan suatu kejadian dengan jelas, sehingga tidak menimbulkan makna ambigu bagi pembaca.
  12. Objektif: sebuah foto jurnalistik yang baik diambil berdasarkan fakta yang ada, bukan hasil rekayasa dan tidak memihak.
  13. Aktual: suatu foto jurnalistik harus menggambarkan kejadian atau peristiwa terbaru, sehingga tidak bersifat basi.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION