Chromatic Aberration Pada Lensa Dan Cara Menghindarinya

Saat mengamati sebuah foto dari jarak dekat atau saat memperbesarnya di layar komputer, Anda akan melihat bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau atau merah yang berada di batas bagian terang dan gelap objek foto. Bayangan tipis inilah yang disebut dengan chromatic aberration.

Apakah Chromatic Aberration?

Cahaya putih terdiri atas spektrum warna, biasanya disingkat menjadi “mejikuhibiniu” (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Pada saat cahaya putih dibelokkan oleh prisma, spektrum warna akan terpisah (dispersi) karena memiliki sudut pembelokan yang berbeda.

Lensa kamera berisi banyak elemen kaca yang bertugas memfokuskan citra objek pada sensor kamera. Pada saat cahaya melalui lensa kamera, akan terjadi juga perbedaan pembelokan sudut pada setiap spektrum. Sebagai akibatnya, terkadang ada spektrum yang ‘bandel’ sehingga pada gambar muncul warna aneh dan tidak tajam. Kondisi ini disebut dengan “Chromatic Aberration” (CA).

Adapun spektrum yang paling ‘bandel’ terletak pada tepi deret warna, yaitu ungu. Dalam fotografi, gangguan ini yang dikenal sebagai “Purple Fringing” atau PF. Spektrum lain yang terkadang mengalami masalah serupa adalah merah, atau dikenal dengan “Red Fringing“.Jadi, Chromatic Aberration adalah cacat pada foto yang diakibatkan oleh masalah optik dari lensa.

Untuk mengurangi dampak CA tersebut, produsen lensa menambahkan elemen tambahan untuk membalik dispersi, dan juga mengembangkan kaca spesial dengan dispersi rendah, alias Low Dispersion Glass. Selain itu, produsen kamera juga mengembangkan software yang akan mendeteksi CA dan merapikannya pada proses konversi dari raw menjadi jpeg.

Ada sejumlah faktor yang bisa menimbulkan CA, tapi kita akan bahas faktor yang paling umum, yaitu PF yang disebabkan oleh masalah optik. Gangguan CA lebih sering muncul pada saat Anda memotret dengan kontras yang tinggi. Selain itu, efeck CA ini juga bisa muncul saat Anda menggunakan aperture lebar ketika mengambil gambar. Penggunaan lensa dengan focal length pendek sampai menengah atau lensa superzoom 18-200mm juga kerapkali muncul masalah CA. selanjutnya, masalah tersebut juga umumnya terjadi pada lensa dengan kualitas optik rendah.

Cara Menghindari Chromatic Aberration

  • Hindari mengambil gambar yang menyebabkan kontras tinggi. Ambil sudut pemotretan dan geser objek/background seperlunya.
  • Gunakan aperture lebar seperlunya. Biasanya PF akan berkurang cukup signifikan saat aperture lensa diturunkan 1-2 stop.
  • Kalau bisa gunakan lensa pada focal length panjang, di atas 70mm.
  • Hindari zoom sampai maksimal. Misal, anda memakai lensa 70-300mm, cobalah hindari zoom maksimal lensa tersebut yakni 300mm, memotretlah pada focal length 200mm akan mengurangi CA.
  • Jika memungkinkan, disarankan untuk menggunakan lensa dengan kualitas tinggi (low dispersion glass, apochromatic, dan sebagainya.(Rul)

 

 

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION