7 Cara Mendapatkan Foto Pegunungan Yang Mempesona

Di negara tropis seperti Indonesia, tentunya akan sangat mudah menemukan pegunungan. Keuntungan tersebut sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan kegemaran Anda yang senang fotografi landscape,, karena pegunungan juga mampu menghasilkan gambar landscape yang luar biasa. Meskipun anda masih tergolong fotografer pemula, tidak perlu risau untuk mendapatkan foto landscape yang bagus, asalkan Anda menguasai caranya. Berikut ini adalah sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil foto landscape yang maksimal.

  1. Iklim

Untuk menghasilkan gambar gunung yang maksimal, faktor iklim tentunya menjadi pertimbangan utama,  karena Anda akan ketergantungan oleh iklim atau cuaca. Contohnya ketika hujan, Anda akan membutuhkan sepatu tahan air dan anti slip agar tetap aman menapaki jalan yang licin. Saat panas tentu Anda akan membutuhkan pelembab atau pelindung cuaca, termasuk juga krim pelindung anti serangga.  Dan bila Anda berniat untuk bermalam, tentu saja baju hangat dan perlengkapan seperti tenda juga sangat dibutuhkan.

  1. Magic hour

Magic hour seperti namanya, merupakan waktu – waktu istimewa dalam fotografi untuk menghasilkan gambar luar biasa. Magic hour atau biasanya kerap disebut sebagai golden hour, yaitu waktu beberapa menit diantara saat terbitnya matahari dan disebut blue hour yakni beberapa menit antara terbenamnya matahari. Waktu golden hour akan menghasilkan cahaya kekuningan dengan karakter kaya warna, yaitu pemandangan langit jingga kekuningan. Sedangkan blue hour, akan menghasilkan gambar langit kebiruan. Karena kondisi pencahayaan cukup minim saat magic hour, maka Anda  memerlukan shutter speed lambat, jadi peran tripod mutlak diperlukan.

  1. Lensa

Lensa yang wajib dibawa untuk pemotretan landscape adalah lensa wide angle yang mampu mengabadikan sudut lebar, contohnya lensa dengan focal length antara 10 hingga 28 mm. Lensa tersebut memiliki karakter memperpanjang atau memperjauh, sehingga kesan 3 dimensi bisa diperkuat. Imbasnya, pemirsa yang melihat foto solah bisa merasakan bagaimana hadir pada tempat sebenarnya. Apabila Anda berniat mengabagikan subjek berukuran lebih kecil, maka lensa tele juga bisa dibawa serta. Misal untuk memotret burung dan hewan liar lain, pastinya akan memerluakan focal length yang jauh lebih panjang.

  1. Filter

Filter merupakan perangkat wajib yang harus dimiliki untuk fotografi landscape, termasuk untuk memotret pegunungan. Beberapa filter ajaib yang mampu meningkatkan kualitas gambar yaitu polarizer/CPL , yang mampu meningkatkan kepekatanatau ketajaman warna. Selain itu juga filter graduated ND, yang mampu menyeimbangkan eksposure antara langit yang terang dengan daratan yang terlihat gelap. Sementara itu, filter Neutral Density (ND) dengan beberapa F stop berbeda, akan sangat bermanfaat saat Anda menggunakan shutter speed lambat agar tidak tercipta highlight.

  1. Tripod

Tidak diragukan lagi tentunya, tripod merupakan tools penting dalam fotografi landscape. Fungsi tripod sendiri adalah untuk menjaga kestabilan kamera dari pergerakan, sehingga gambar yang dihasilkan bisa bebas blur terutama saat menggunakan shutter speed lambat. Bukan hanya itu saja, karena dengan tripod Anda bisa mendapatkan sudut tertentu dan menahan lensa (terutama lensa tele).

  1. Komposisi

Komposisi merupakan penyusunan elemen – elemen dalam suatu gambar. Untuk menyusun menjadi sesuatu yang menarik, tentu diperlukan kreativitas dan visi yang unik dari seorang fotografer. Dan untuk urusan ini, pastinya dalam kepala setiap fotografer akan berbeda satu dengan yang lainnnya. Namun ada beberapa pakem komposisi yang bisa dipergunakan untuk menghasilkan gambar, terutama untuk fotografi landscape seperti rule of third, Sense of depth, sense of scale, leading lines, framing, foreground interest dan lainnya.

  1. Aperture

Untuk menghasilkan gambar yang tajam disetiap sudut, Anda tentu perlu menggunakan bukaan aperture sempit seperti f/16. Tetapi yang wajib di ingat, jangan menggunakan bukaan aperture tersempit saat mengam bil gambar,  karena berpotensi menghasilkan distorsi. Kebanyakan fotografi landscape menampilkan ketajaman disemua sudut, namun sah-sah saja bila Anda ingin menggunakan bukaan aperture lebar untuk mengisolasi subjek, sehingga pada beberapa area akan terlihat blur.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION