10 Fakta Lensa Fisheye Dan Kenapa Perlu Memilikinya

Dari beragam jenis lensa yang dipergunakan dalam seni fotografi, lensa fisheye memang memiliki kekhususan tersendiri. Bila dulunya lensa fisheye hanya dikenal segelintir orang yang menekuni dunia fotografi, namun kini jenis lensa tersebut semakin populer seiring berkembangnya teknologi kamera smartphone dan hobi selfie dari sejumlah kalangan.

Bagaimana tidak, saat ini semakin banyak saja produsen lensa fisheye khusus smartphone yang menawarkan rentang sudut pandang ekstrim yang mungkin bisa digunakan untuk memotret obyek dalam jumalh banyak. Sudut pandang yang begitu lebar memang menjadi salah satu kelebihan lensa fisheye. Tetapi sebenarnya masih ada juga berbagai fakta yang perlu Anda tahu seputar lensa keren ini, seperti :

  1. Focal Length Sangan Pendek

Bila Anda pernah membaca spesifikasi salah satu lensa fisheye, maka Andapun akan menyadari bahwa panjang fokal rata-rata lensa fisheye sangat pendek, jauh lebih pendek dari pada kebanyakan lensa yang ada.

  1. Sudut Pandang Super Lebar

Buntut dari panjang fokal yang begitu pendek adalah kemampuan lensa ini untuk ‘melihat’ area yang begitu luas. Tahukan Anda kalau lensa Fisheye juga sangat cocok digunakan untuk memotret behind the scene dalam sebuah photo project. Hal itu dikarenakan oleh kemampuannya dalam menangkap areal yang sangat luas di depannya.

Rata-rata lensa fisheye memiliki sudut pandang yang sangat lebar, jika saat ini lensa ultrawide dari Canon 11 – 24mm memiliki sudut pandang mencapai 126°, maka beberapa jenis lensa fisheye bahkan bisa melampauinya hingga mencapai sudut hingga 180°. Itu artinya, lensa ini bahkan bisa menangkap keseluruhan area yang berada di depannya tanpa melewatkan satupun di dalam frame.

  1. Distorsi Yang Bikin “Dunia” Anda Melengkung

Resiko menggunakan lensa super lebar adalah distorsi. Ketika Anda memotret horizon dalam foto landscape, maka kemungkinannya garis horizon tersebut tidak akan lurus. Oleh sebab itu, umumnya fotografer akan mengkoreksi hal tersebut saat post processing untuk membuat horizonnya kembali lurus. Tetapi akan berbeda saat Anda  menggunakan lensa fisheye, distorsi yang ada malah menjadi kelebihan utama dari lensa fisheye. Dunia yang serasa melengkung akan bisa  didapatkan dalam hasil potret Anda, tanpa harus susah  payah memphotoshop di komputer.

Lantas bagaimana kalau ingin memotret orang, tapi tak mau menjadi melengkung karena distorsi tadi? Triknya cukup mudah, Anda tinggal menempatkan model di bagian tengah frame, karena di bagian tengah. Karena di bagian tersebut distorsi lensa tak terlalu terasa.

  1. Lebih Pas Dipakai Pada Kamera Full Frame

Perbedaan antara full frame dan kamera APSC yang utamanya adalah dalam hal panjang focal lensa. dimana pada full frame tidak terkena crop factor. Oleh karena itu, disaat menggunakan panjang fokal 10mm di kamera FF, yang Anda lihat benar-benar 10mm. Namun kondisi tersebut jadi berbeda pada kamera dengan sensor APSC, jaraknya akan berubah menjadi 15mm atau 16mm,

Dengan keunggulan dari kamera full frame itulah maka lensa fisheye akan lebih terasa ‘melengkung’ di kamera dibanding APSC. Tapi bukan berarti lensa fisheye tak bisa dipakai di kamera APSC. Sebab beberapa produsen kamera pun membuat lensa fisheye khusus APSC, dengan diameter lensa yang lebih kecil sehingga tentu membuat harganya pun jadi lebih murah.

  1. Bisa Digunakan Memotret Dalam Ruangan Sempit

Bagi fotografer yang berkecimpung dalam dokumentasi acara, tentu tahu bahwa perbedaan satu milimeter panjang fokal lensa itu bisa sangat berarti apabila memotret di ruangan yang sempit. Dan menariknya, ketika Anda memotret dalam ruangan yang sempit tadi, bukan masalah bagi lensa fisheye, dengan sudut pandang yang super lebar Anda bisa memotret dengan leluasa dalam ruangan.

  1. Memiliki Bentuk Yang Unik

Bentuk fisik lensa fisheye mudah untuk dikenali, karena lensa ini memiliki bagian depan yang tampak menonjol keluar layaknya mata ikan (fisheye). Dengan desain unik seperti itulah yang memungkinkan sebuah lensa fisheye memiliki kemampuan seperti yang digambarkan pada poin-poin sebelumnya. Hal ini tentu bukan tanpa kekurangan, dengan posisi optik lensa yang cembung ke depan ini membuat lensa rentan tergores atau tak sengaja terbentur langsung di bagian optiknya. Oleh karena itu umumnya lensa fisheye sudah dilengkapi dengan hood khusus untuk melindungi bagian yang menonjol tadi

  1. Punya Dua Tipe Lensa Sesuai Coveragenya

Berdasarkan sudut pandang yang bisa ditangkap, lensa fisheye dibedakan menjadi dua jenis, yang pertama adalah lensa circular fisheye. Jenis lensa ini mampu menghasilkan foto dengan sudut pandang hingga 180 derajat. Adapun ciri khas lensa ini adalah hasil foto yang tampak melingkar dan bagian hitam yang menyerupai vignet di sekeliling foto.  Dan untuk jenis yang kedua adalah lensa full frame fisheye. Jenis lensa ini menghasilkan format foto seperti biasa serta tidak memiliki bagian hitam di sekeliling foto. Hanya saja jenis lensa ini tak bisa menghasilkan sudut pandang horizontal penuh atau 180°. Jenis lensa yang kedua inilah yang paling banyak dipasarkan untuk digunakan secara umum. Salah satu lensa yang mengkombinasikan kedua coverage tadi adalah lensa fisheye dari Canon EF 8-15mm f/4L

  1. Susah Untuk Menggunakan Filter

Dengan bentuk yang berbeda dari lensa  lainnya, membuat lensa fisheye ini sulit untuk dipakaikan filter yang umumnya tersedia di pasaran.Tapi hal ini sebenarnya tidak terlalu jadi masalah, karena umumnya fotografer pengguna fisheye lebih mengutamakan penggunaannya untuk menjadikan suatu dokumentasi yang unik.

  1. Bisa Buat Foto Prewed Jadi Keren dan Unik

Anda fotografer wedding atau prewedding? jangan ragu untuk menjadikan lensa ini sebagai salah satu investasi berharga. Dengan adanya lensa ini, setiap momen yang ada bisa diabadikan dengan unik.Dengan sudut pandang super lebar plus distorsinya, tentu akan membuat hasil foto Anda tampil anti mainstream.

  1. Harga Cukup Menguras Kocek

Fakta bahwa lensa fisheye merupakan jenis lensa yang unik membuat harganya juga ‘unik’. Rata-rata harga lensa fisheye saat ini memang lebih mahal dari pada jenis lensa yang biasa. Bukan hanya karena lensa ini termasuk sulit dalam pembuatannya, namun karena lensa ini juga agak jarang dipilih konsumen. Secara hukum ekonomi, tentu jika permintaan yang sedikit akan membuat produsen membatasi produk yang dibuat dan hasilnya harga pun lebih tinggi.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION