Kiat Memotret Wajah Agar Hasilnya Lebih Maksimal

Memotret wajah menjadi salah satu hal yang banyak digemari oleh fotografer. Untuk dapat menghasilkan potrait wajah yang bagus, ada sejumlah langkah yang perlu diperhatikan khususnya bagi fotografer pemula. Bukan hanya dari modelnya saja yang memerlukan penyesuaian ekspresi atau pose yang tepat, namun fotografer juga perlu menyiapkan teknik memotret maupun pengaturan kamera yang digunakan.

Berikut ini adalah sejumlah cara yang wajib diperhatikan sebelum Anda melakukan pemoretan wajah supaya hasilnya bisa maksimal :

  1. Manfaatkan Kompensasi Exposure

Cara yang pertama adalah kompensasi exposure. Sistem metering pada kamera memiliki peran yang penting untuk pengambilan gambar. Karena gambar akan terlihat lebih baik jika cahaya bisa masuk ke kamera. Masalah pada metering biasanya adalah pembacaan metering yang digunakan. Pasalnya, untuk mendapatkan hasil yang pas, Anda harus menempatkan pada titik 0. Jika subjek (wajah) berada di tempat gelap sebaiknya atur exposure ke kanan (positif) dari 0 begitu pun sebaliknya. Pastikan dalam memotret wajah untuk mengatur pencahayaan secara tepat supaya hasilnya tidak underexposure atau overexposure.

  1. Mengatur Aperture

Pada saat Anda memotret wajah atau portrait, yang perlu dilakukan adalah set aperture lebar yang pas yakni f/1.8 sampai f/2.8. Sehingga akan menghasilkan gambar dengan background subjek terlihat blur yang menjadikan gambar lebih terfokus pada wajah.

  1. Atur Shutter Speed

Ketika Anda mengatur shutter speed, maka yang menjadi masalah adalah faktor panjang lensa dapat membuat kamera goyang (gambar blur). Untuk aturan pada umumnya, pastikan shutter speed lebih tinggidaripada focal length. Misalkan, focal lensa pada 200 mm maka gunakan speed 1/250 detik atau lebih cepat lagi.

  1. Atur ISO

Mengatur ISO tentunya hal yang penting dilakukan ketika memotret subyek, termasuk saat ingin memotret wajah. Jika berada di tempat pencahayaan yang rendah baik indoor maupun outdoor, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan ke ISO 1.600, 3.200, atau lebih tinggi lagi. Tetapi jika Anda memotret dnengan cahaya yang cukup, setinglah ISO diangka 100 hingga 200. Namun pastikan jangan sampai gambar tersebut over exposure.

  1. Aktifkan Red-Eye Reduction

Kadangkala menggunakan flash memang akan membantu mendaptkan hasil gambar yang bagus ketika berada di tempat yang gelap. Namun jika Anda mengabaikan fitur red-eye reduction, maka mata pada subjek akan terlihat menyala. Oleh sebab itu, langkah yang perlu dilakukan yakni dengan mengaktifkan fitur anti red-eye untuk menghindari mata merah akibat flash yang terlalu kuat.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION