Mendapatkan Foto Portrait Dramatis Pada Malam Hari

Memotret disiang hari tentunya memberikan banyak kauntungan bagi fotografer, diantaranya adalah cahaya alami yang melimpah dimana saja serta bergulirnya waktu akan memberikan pencahayaan yang berbeda. Kondisi ini berbeda dengan fotografi portrait yang dilakukan pada malam hari. Jika Anda hanya mengandalkan cahaya alami semata,  tentunya tidak akan cukup. Sehingga diperlukan cahaya tambahan agar portrait dapat tampil lebih maksimal. Berikut adalah panduan untuk mendapatkan gambar portrait yang dramatis ketika malam hari:

  1. Gunakan Slow Sync Flash

Slow sync flash pada dasarnya menggunakan shutter speed lambat dipadukan dengan kilatan flash untuk menghasilkan subjek tajam pada malam hari. Cara ini akan sangat efektif, asalkan  subjek harus mampu menahan pergerakan. Pergerakan akan menimbulkan blur dengan shutter speed lambat, jadi usahakan untuk memilih background yang sepi dari pergerakan orang yang berlalu lalang. Atau Anda  bisa sengaja menampilkan kontras subjek diam dengan background orang yang berlalu lalang (blur), keduanya bisa menghasilkan gambar yang menarik.

Tetapi yang perlu diingat yakni hati-hatilah dengan lampu yang berada didekat subjek yang sangat terang, karena dengan shutter speed lambat bisa nampak lebih terang, jadi solusinya adalah bergerak untuk mendapatkan lampu (taman/kota) yang lebih redup. Sedangkan pilihan kilatan flash bisa menyesuaikan yakni menggunakan front curtain flash menyala diawal exposure  atau menggunakan rear curtain flash dimana flash akan menyala diakhir exposure.

Penggunaan tripod umumnya diperlukan bila menggunakan shutter speed lambat untuk menahan pergerakan kamera serta bantuan kabel release. Hal itu dibutuhkan agar Anda tidak perlu memencet shutter yang dapat menimbulkan pergerakan. Akan tetapi bila Anda tidak memilikinya, sebagai alternatifnya boleh menggunakan self timer dengan efek yang sama baiknya. Flash built in atau pop up bisa digunakan, tapi cahaya yang dihasilkan tidak akan maksimal untuk menerangi subjek, berbeda dengan flash eksternal yang memiliki power lebih, sehingga subjek bisa sedikit menjauh namun masih mendapatkan cukup cahaya.

  1. Gunakan Night Portrait Mode

Lalu bagaimana dengan kamera pocket yang tidak memiliki fitur slow sync flash? Anda tidak usah khawatir, sebab saat ini hampir semua kamera memiliki mode night portrait. Setting ini secara otomatis mengkombinasikan shutter speed lambat dengan kilatan flash. Fungsinya sama yakni shutter speed lambat untuk mendapatkan cukup cahaya sedangkan flash untuk membekukan subjek namun dengan cara auto, berbeda dengan poin 1 yang bisa diubah sesuka hati.

  1. Gunakan ISO Tinggi

Untuk memotret pada malam hari, Anda bisa menggunakan ISO 400, 800 atau 1600 dalam kondisi minim cahaya. Hal ini cukup bermanfaat saat Anda lebih memilih menggunakan cahaya dari lampu lingkungan dibandingkan dengan flash. Tetapi dengan menggunakan ISO tinggi, konsekuensinya adalah munculnya noise yang kadang cukup terlihat. Jadi cobalah beberapa angka ISO untuk noise yang masih bisa diterima.

  1. Gunakan Flash

Flash akan maksimal bila digunakan dengan benar. Kuncinya adalah tidak terlalu berlebihan yang mengakibatkan shadow Nampak tajam. Jika Anda menggunakan flash pop up, maka bisa menurunkan 1 atau 2 stop. Tetapi bila tidak bisa menurunkannya, Anda bisa menyiasati dengan diffuser.

      5. Sertakan warna

Anda bisa memberikan warna hangat atau dingin dengan cara sedikit bermain setting white balance. Saat menggunakan shutter speed lambat, Anda akan menghasilkan termperatur hangat kekuningan, namun Anda juga bisa menghasilkan warna kebiruan dengan menyesuaikan white balance. Dalam hal ini penguasaan terhadap proses editing sangat diperlukan.

  1. Gunakan Bokeh

Portrait tidak akan lepas dari bokeh yang mampu memberikan keindahan sekaligus mengisolasi subjek. Pada malam hari, kilauan lampu – lampu yang berada disekitaran subyek bisa menjadi bokeh lembut dengan memperhatikan beberapa factor, seperti penggunaan lensa dengan bukaan aperture yang lebar, memperdekat jarak subjek ke kamera, dan memperjauh jarah ke sumber cahaya/lampu.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION