Masa Transisi Gempa Lombok Harus Segera Ditangani

Akibat gempa yang menghantam Lombok, Nusa Tenggara Barat menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Menanggapi hal ini, pemerintah mulai melakukan upaya pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca gempa Lombok. Setelah habisnya masa tanggap darurat pada 25 Agustus lalu, Presiden Joko Widodo  telah meneken Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan pemulihan Lombok.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan saat ini Lombok resmi memasuki masa transisi. Sarana dan prasarana rusak parah, kegiatan sosial-ekonomi masyarakat harus segera didukung dengan difungsikan kembali sarana dan prasarana vital.

Pada masa transisi, pemerintah daerah dan lembaga penanganan bencana juga mesti terus siaga menyalurkan bantuan dan logistik yang diperlukan pengungsi. Hingga kemarin, tercatat sekitar 400 ribu warga Lombok masih mengungsi di tenda. Seribu lebih warga terluka dan sekitar 563 orang meninggal.

Kebutuhan dasar pengungsi masih belum terpenuhi. Salah satunya adalah air bersih. Pengungsi harus membeli air bersih atau berjalan berpuluh kilometer untuk mencari air bersih. Selain itu, tenda dan selimut juga masih dibutuhkan. Misalnya di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pengungsi juga masih melaporkan kekurangan tenda dan selimut. Sebagian warga lainnya mulai diserang sakit gatal dan diare.

Meski demikian, pemulihan juga mulai terlihat di Lombok. Sejak sepekan terakhir, anak usia sekolah kembali bersekolah meski hanya di tenda darurat. Di Kecamatan Tanjung, kegiatan sekolah darurat tidak hanya diisi pelajaran, tapi juga permainan untuk memulihkan psikologis anak korban. Sementara itu, gempa masih terus terjadi di Lombok. [Dee]

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION