Cara Hadapi Kondisi Minim Cahaya Saat Memotret Bagi Pemula

Dalam seni fotografi, cahaya merupakan faktor pertama yang harus Anda perhatikan, bahkan lebih penting daripada subjek itu sendiri. Dalam banyak kasus, Anda akan berhadapan dengan cahaya minim yang berpotensi menghasilkan blur atau gambar menjadi under exposure sehingga detail jadi kurang menonjol. Banyak orang menganggap minim cahaya sebagai “masalah” daripada menganggapnya sebagai “potensi” untuk menghasilkan gambar yang menarik.

Ternyata, cahaya minim sangat berpotensi menghasilkan gambar yang menarik jika saja Anda mengetahui triknya. Lantas bagaimana cara merubah dari “masalah” menjadi “potensi” saat berhadapan dengan kondisi minim cahaya? Simaklah uraian berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

  1. Pakai Lensa Cepat

Sebutan lensa cepat merupakan label yang diberikan pada lensa yang memiliki bukaan aperture lebar,  sehingga lebih banyak cahaya yang masuk, dengan begitu, Anda bisa menggunakan shutter speed cepat. Menggunakan shutter speed cepat, maka berarti gambar akan terekam lebih cepat. Lensa dengan bukaan aperture (F/1.4 atau F/1.8) lebar sangat bermanfaat dikala kondisi minim cahaya. Hanya saja Anda perlu mencermati penggunaanya, karena dengan lensa tersebut akan menghasilkan depth of field sempit. Semakin sempit bukaan aperture maka semakin besar potensi blur.

  1. Gunakan Pengaturan Manual

Dengan penggunaan setting manual, Anda akan bebas mengubah jumlah cahaya yang masuk ke sensor. Sudah barang tentu Anda mengenal aturan segitiga eksposure yakni shutter speed, aperture dan ISO,  disinilah kunci untuk mendapatkan gambar menarik saat minim cahaya. Setting salah satunya akan mempengaruhi setting lainnya, karena perlu disesuaikan untuk mendapat pencahayaan yang pas. Berikut adalah penjelasannya:

Shutter Speed: Semakin lambat shutter speed maka akan semakin banyak cahaya yang masuk, dan bila Anda memotret menggunakan tangan, maka perlu menyesuaikan dengan focal length lensa yang digunakan. Misal focal length 50 maka shutter speed tidak boleh lebih lambar dari 1/50 detik karena berpotensi menghasilkan gambar yang blur. Apabila menggunakan shutter speed lambat, bantuan tripod akan diperlukan seperti untuk melembutkan air terjun. Kadangkala penggunaan filter neutral density juga diperlukan untuk mencegah over oxposure pada background dan mendapatkan efek air yang lembut.

Aperture dan ISO: semakin rendah ISO maka akan semakin rendah noise yang dihasilkan. ISO tentu merupakan point terakhir setelah Anda tidak lagi bisa mengutak atik Shutter speed dan Aperture. Dalam kondisi minim cahaya, bukaan aperture lebar sangat dibutuhkan, namun biasanya hanya lensa prime yang memiliki fasilitas tersebut.

Format RAW

Memotret dengan menggunakan format RAW memiliki banyak keunggulan, namun yang paling utama adalah mampu menangkap detail pada area shadow (minim cahaya), sehingga sangat bermanfaat saat proses editing dilakukan.

Baca Histogram

Fitur yang satu ini memang kerap terlupakan oleh fotografer khususnya pemula. Tapi  percayalah, bahwa fitur histogram tersebut sangat bermanfaat. Dengan histogram Anda bisa mendeteksi bagian yang under atau over exposure.

Fokus 

Mungkin Anda akan kesulitan melakukan fokus diarea gelap, karena  fokus otomatis akan terus mencari dimana subjek berada, dan kadang fokus lensa akan maju mundur tanpa bisa menemukan area dimaksud. Bantuan fokus manual akan mempermudah menangkap subjek dalam kondisi yang tajam. Live view LCD juga dapat digunakan untuk mempertajam fokus. Caranya adalah tekan tombol On live view, kemudian tekan zoom in, dan perbesar gambar kemudian putar ring fokus pada lensa. Setelah subek tertangkap tajam gunakan zoom out lalu Anda siap menjepret gambar.

Setting WB Untuk Area Minim Cahaya 

White balance tentu tergantung pada sumber cahaya yang digunakan. Saat malam hari umumnya menggunakan sumber cahaya buatan sehingga terdapat beberapa pilihan antara lain : fluorescent, halogen, Tungsten. Bila Anda memotret bulan dengan cahaya alaminya, maka penggunaan fitur auto white balance sudah cukup, namun setting cloud banyak digunakan fotografer untuk menangkap kesan alami bulan. Akan lebih baik bila Anda memotretnya dengan menggunakan format RAW, karena white balance akan bisa disesuaikan sesuka hati tanpa mengurangi kualitas gambar.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION