Bagaimana Menghasilkan Foto Portrait Keluarga Yang Istimewa

Saat pertama kali melakukan sesi foto portrait keluarga, mungkin seorang fotografer akan merasa agak canggung, karena khawatir menghasilkan gambar yang buruk. Hal ini serig didasari karena kurangnya penguasaan terhadap fotografi group atau banyak orang, serta bingung terhadap hal kreatif yang bisa dilakukan. Untuk menyiasati hal tersebutm simaklah beberapa tips dibawah akan membantu Anda untuk lebih baik dalam sesi foto keluarga.

  1. Kunci Utama Adalah Pencahayaan

Selain kemampuan memotret, cahaya mampu menentukan bagus tidaknya suatu gambar. Karena dalam fotografi,  kita melukis dengan menggunakan cahaya. Jadi hal terbesar yang perlu di perhatikan adalah kondisi cahaya yang menyinari subjek:

– Hindari waktu ditengah hari terik, dan waktu ideal adalah dipagi serta sore hari, karena cahaya akan cukup lembut. 1 jam sebelum matahari tenggelam atau 1 jam setelah matahari terbit merupakan waktu yang ideal untuk dilakukan pemotretan di ourdoor,

– JIka kita terpaksa memotret disiang hari, maka perlu disiasati agar bakground tidak tampil terang misal dengan bergeser ke tempat teduh seperti area ternaungi pohon atau gedung serta dengan cara sedikit under eksposure. Selain itu bisa juga menggunakan flash untuk menerangi subjek sehingga background tampil sedikit gelap. Background yang lebih terang dari subjek akan mengalihkan pandangan viewer dan mengurangi keberhasilan gambar portrait

– Hindari memotret di cuaca mendung karena cahayanya akan sangat datar dan tidak menghasilkan warna yang tajam, Terutama didaerah mata subjek tidak akan tampil maksimal.

– Gunakan cahaya buatan seperti reflektor atau flash untuk mengisi shadow serta lebih menerangi subjek. Menggunakan flash pop up kamera tentu bukan pilihan bijak, karena selain cahayanya kurang kuat, arah datangnya cahaya lurus dari kamera akan membuat subyek terlihat kaku. Sebaliknya gunakan bantuan flash eksternal dengan sudut 30 sampai 45 derajat dari kamera.

2. Dapatkan Suatu Ide

Sebelum melakukan sesi pemotretan, ada baiknya Anda mengenal klien dan kebiasaan mereka terlebih dahulu. Tanyakan apa hobi dan ketertarikan mereka serta kebiasaan sehari hari mereka. Tawarkan kepada mereka sebuah ide sesi pemotretan, dan tidak masalah jika mereka tidak memberikan jawaban. Misal jika mereka hobi membaca bisa ke lokasi sambil membawa buku dan melakukan kegiatan menyenangkan tersebut sembari melakuakn sesi fotografi. Memang hal ini akan menyita waktu, tetapi gambar yang didapatkan akan sangat bercerita dan tentu dikenang oleh klien.

3. Pemilihan Pakaian

Seringkali klien akan bertanya tentang pakaian apa yang seharusnya mereka kenakan. Ada beberapa panduan yang bisa diikuti, yang pertama adalah kenyamanan dimana mereka perlu merasa nyaman dengan pakaian. Usahakan agar pakaian sesuai dengan personality mereka, sehingga bila subjek merasa nyaman maka rasa percaya dirinya akan tumbuh. Pakaian akan bergantung dari ide dan konsep pemotretan, Tetapi alangkah baiknya bila Anda menyiapkan dua tema yakni casual dan formal, sehingga mereka perlu membawa 2 set pakaian. Lakukan 2 sesi sekaligus yakni selama 30 menit untuk sesi pakaian casual dan 30 menit lagi untuk sesi formal atau sesi lainnya.

4. Dapatkan Ekspresi Secara Maksimal

Ekspresi merupakan hal penting dalam setiap pemotretan dengan subyek orang. Karena dengan pencahayaan dan pose yang baik, gambar tetap terasa kurang maksimal jika ekspresi subjek masih sangat datar atau kaku. Menjadi fotografer berati juga menjadi seorang komunikator yang handal, dimana dibutuhkan kemampuan untuk mencairkan situasi sehingga subjek bisa merasa rileks. Siapkanlah sedikit joke alias guyonan, dan hal ini bisa diulang kepada klien lain. Beri perhatian pula pada anak – anak, karena mereka akan sangat sulit untuk diatur, mungkin sedikit mainan atau makanan bisa menjalin hubungan untuk mendapatkan perhatian mereka.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION