Mudahnya Gunakan Teknik Slow Sync Flash Saat Memotret

Slow Sync Flash merupakan teknik fotografi yang sederhana namun powerful dalam memperindah foto Anda. Istilah Slow Sync Flash pada awalnya mungkin terdengar agak ‘menakutkan’ dan memerlukan keahlian khusus. Apalagi bagi fotografer pemula, terkadang berusaha menghindari atau berfikir jika mereka tidak akan membutuhkan hal yang merepotkan tersebut. Namun Slow Sync Flash justru adalah teknik yang sangat mudah dipelajari dan sangat bermanfaat menghasilkan gambar yang luar biasa dalam kondisi tertentu.

Slow Sync Flash hanyalah istilah untuk “memikat” minat para pecinta fotografi yang sebenarnya adalah teknik menggunakan shutter speed  rendah yang dipadukan dengan kilatan lampu flash guna menghasilkan subyek yang tajam. Subjek dalam gambar akan selalu nampak jelas, sedangkan background bisa seperti gerakan animasi (apabila bergerak) namun bisa juga tampak sangat jelas (apabila background diam).

Normalnya saat Anda menyalakan flash dengan shutter speed rendah, maka shutter akan terbuka dalam waktu sepersekian detik yang menjadikan kilatan flash sebagai sumber cahaya. Dengan shutter speed lambat, otomatis rana akan terbuka lebih lama bahkan lebih lama dari kilatan flash itu sendiri. Dalam menggunakan fitur Slow Sync Flash, Anda bisa memilih menyalakan flash pada awal atau akhir, yang tentunya akan memberikan hasil dan efek yang berbeda. Menyalakan flash pada awal disebut dengan front curtain atau first curtain, sementara menyalakan flash pada akhir disebut dengan rear curtain atau 2nd curtain.

Kapan Bisa Gunakan Slow Sync Flash?

Anda dapat menggunakannya dalam beberapa situasi berbeda, khususnya saat minim cahaya. Berikut adalah penjelasannya:

  • Saat Minim Cahaya

Coba Anda bayangkan, ada seorang teman yang berdiri didepan pemandangan yang indah pada malam hari dengan background minim cahaya. Normalnya Anda akan mempunyai dua pilihan untuk mengabadikan gambar. Pilihan yang pertama yaitu dengan menggunakan Flash untuk menerangi subjek yang mungkin akan berakhir dengan background yang gelap. Dan pilihan kedua adalah menggunakan shutter speed rendah, sehingga background akan nampak jelas, namun subjek pasti akan blur.

Kedua pilihan tersebut kurang ideal untuk kondisi yang dialami. Dengan menggunakan teknik Slow Sync Flash, maka Anda akan menggabungkan 2 fungsi tadi, yakni mendapatkan background yang terang, serta subjek yang tajam, tentunya dengan menggunakan shutter speed rendah serta kilatan lampu flash. Untuk mendapatkan gambar background yang jelas dan bercahaya, dibutuhkan tripod, namun untuk membuat kreatifitas semburan warna, Anda boleh hanya menggunakan kedua tangan.

  • Gerakan Cepat

Teknik Slow Sync Flash juga sangat efektif untuk mengambil gambar sports/action photography. Karena mampu menghasilkan subjek yang terang dengan latar belakang gerakan yang buram, sehingga akan memberikan sensasi “kecepatan” yang natural dibandingkan hanya dengan membekukannya saja dengan shutter speed cepat.

Karena Subjek bergerak, rear curtain/ 2nd curtain sangat cocok diaplikasikan, karena akan membekukan gambar diakhir sementara gambar awal akan blur. Seperti contoh gambar disamping ini, Apabila Anda menggunakan front curtain, maka objek akan membeku pada awal gerakan dan gerakan berikutnya akan buram. Mungkin efek ini akan nampak kurang natural, namun bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan gambar lebih variatif.

Gunakan Tripod Atau Tangan Kosong

Penggunaan shutter speed lambat menuntut fotografer untuk menggunakan tripod agar gambar yang dihasilkan tajam serta bebas blur. Sebab, sestabil – stabilnya tangan dalam memegang kamera, tetap saja akan terjadi blur apalagi dalam waktu lebih dari 1 atau 2 detik. Penggunaan kabel release juga dibutuhkan, namun apabila Anda tidak memiliki bisa menggunakan self timer yang kurang lebih memiliki kualitas sama baiknya. Apabila Anda menginginkan efek tertentu boleh – boleh saja tidak menggunakan tripod, seperti efek lampu disco yang fuzzy juga akan tetap tampil menaarik.

Setting Slow Sync flash

Bila Anda tidak memiliki flash eksternal atau dedicated flash, hal itu tidak masalah meski hanya menggunakan flash built in. Namun yang perlu diingat, tentu saja kemampuannya agak terbatas dan menghasilkan cahaya keras yang tentunya berbeda bila dibandingkan flash eksternal. Hal pertama yang perlu disetting adalah sinkronisasi lampu flash. Sebagai contoh untuk menseting dikamera canon, Anda masuk ke menu, kemudian pilih flash kontrol.

Ada beberapa sub menu didalamnya, kemudian pilih built-in flash func. Anda bisa mengganti Shutter sync sesuai selera, apakah ingin menggunakan 1st curtain atau 2nd curtain. Setelah setting flash selesai, dilanjut dengan setting shutter speed lambat, dimana Anda bisa menggunakan mode manual atau semi otomatis, setting angka shutter speed sesuai dengan selera. Bagi Anda yang memiliki kamera saku atau pocket kamera tidak perlu berkecil hati karena disana juga terdapat setting slow sync flash yang biasanya bernama party mode atau night mode. Beda kamera tentu akan berbeda settingannya, tergantung dari produsen masing-masing.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION