Memahami Warna Dari Cahaya Natural Pada Fotografi

Cahaya natural memiliki warna yang berbeda – beda atau lazim disebut dengan temperatur warna. Perbedaan tersebut tentu sangat menarik untuk dipelajari, karena mampu menghasilkan gambar yang benar-benar berbeda, lebih menarik bahkan diluar dugaan. Warna merupakan story telling elemen.  Dimana banyak studi telah menunjukkan, bahwa warna juga dapat mempengaruhi persepsi manusia, seperti makanan yang terlihat lezat yang pada kenyataanya belum tentu.

Ada banyak cara untuk mendapatkan perbedaan warna dalam suatu gambar, seperti mengubah white balance, menggunakan filter, atau menggunakan software editing. Namun tentunya kita tidak akan membahas hal tersebut, karena hanya cahaya natural yang akan dikupas dalam uraian kali ini.

Kelvin (K) merupakan simbol dari temperatur warna, seperti warna dibawah 4000K biasa disebut dengan warna hangat yakni warna merah dan kuning atau temperatur diatas 4000 K biasa disebut dengan warna dingin yakni kebiruan. Namun bukan hanya itu saja yang akan dibahas dalam uraian kali ini, melainkan juga mengenai range temperatur warna yang luas dengan efek berbeda-beda. Sudah semestinya kita mendapatkan cahaya yang tepat untuk cerita visual sesuai dengan konsep yang telah direncanakan. dan berikut ini adalah penjelasan tentang range temperatur warna

  • 11.000 K Berwarna Biru

Warna kebiruan bisa didapatkan  sebelum sunrise dan setelah sunset. Warna ini bisa memberikan efek suram dan misteri dengan kesan “dingin”. Apabila Anda hobi fotografi jalanan atau perkotaan, maka temperatur ini sangat cocok dipadukan dengan lampu jalan berwarna orange, sehingga menghasilkan kombinasi warna yang sangat menarik. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah minimnya cahaya pada temperatur ini, sehingga Anda perlu menyesuaikan shutter speed atau bukaan aperture.

  • 3.500 K Berwarna Keemasan

Terjadi sekitar sunrise dan sunset yang wantunya tentu berbeda-beda disetiap daerah. Cahaya ini dikenal dalam fotografi sebagai golden hour, sedangkan efek emosional yang dihasilkan adalah hangat, dan sangat baik untuk fotografi portrait maupuan landscape. Cara sederhana yang bisa diaplikasikan adalah berdiri diatas subjek dengan posisi kamera bersudut 45 derajat terhadap mata, maka akan tercipta refleksi kekuningan pada mata subjek. Cahaya ini memang sangat menarik, namun untuk mendapatkannya diperlukan persiapan dan perencanaan yang matang seperti bangun lebih pagi dan menuju lokasi.

  • 5.000-6.500 K Saat Siang Hari

Temperatur ini akan menghasilkan cahaya natural, yang bisa didapatkan 1 jam setelah sunrise dan 1 jam sebelum sunset. Cahaya yang dihasilkan cenderung mempertajam warna, sehingga warna sederhana bisa nampak mencolok. Saat berada dibawah cahaya matahari langsung, subjek yang ternaungi akan lebih baik untuk mencegah shadow  dan highlight.

  • 7.000 K Kondisi Berawan

Bila Anda melakukan pemotretan di saat berawan, maka temperatur akan mencapai 7.000 K dan efek yang dihasilkan adalah suram/murung. Namun Anda masih bisa bekerja dengan shutter speed cepat. Karena demikian datarnya cahaya yang dihasilkan, Anda disaranan untuk menggunakan cahaya golden light ataupun cahaya natural disiang hari.

  • Mix Temperatur

Anda bisa saja menggabungkan temperatur berbeda, misalnya bagian foreground hangat sedangkan background dingin atau sebaliknya. Kesan kontras mampu memperkuat gambar, dan hal tersebut bisa didapatkan dengan bantuan lampu artificial. Hal yang perlu sama – sama diperhatikan adalah pengaturan white balance agar kesan bisa diperkuat. Penggunaan white balance auto tentu kurang disarankan, karena bisa membingungkan kamera dan pemilihan preset atau setting manual lebih disarankan.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION