Apa Perbedaan Fotografi Model & Portrait?

Fotografi model memang memiliki penggemar yang sangat banyak, khususnya di Indonesia  sejak beberapa tahun lalu. Di setiap acara yang melibatkan model (apalagi yang sensual) pasti mendapatkan banyak peserta. Selain fotografi model, ada juga yang namanya fotografi portrait. Kadang-kadang kedua istilah tersebut tumpang tindih. Oleh sebab  itu lewat tulisan ini akan coba dijelaskan apa sebenarnya  perbedaan antara fotografi model dengan fotografi portrait.

Secara sederhana, fotografi model adalah membuat gambar yang melibatkan model. Nama jenis fotografi ini memang berasal dari subjek yang difoto. Contohnya fotografi landscape memotret pemandangan, fotografi portrait itu memotret orang. Tapi bedanya dengan fotografi model yaitu, fotografi portrait membuat gambar yang mengekspresikan karakter orang tersebut.

Perbedaan terbesar dari fotografi model dengan fotografi portrait orang biasa yakni,  subjek fotonya (model) bekerjasama dengan fotografer untuk mewujudkan suatu gambar sesuai dengan kehendak fotografernya. Fotografer memutuskan bagaimana posenya, ekspresinya, arah pandangan dan sebagainya. Model yang bagus adalah mereka yang tahu bagaimana cara berpose untuk mempermudah fotografer mendapatkan foto yang maksimal. Kualitas ketrampilan yang dimiliki seorang model, akan menjadi pembeda antara model yang berpengalaman ataupun tidak. Jadi model yang bagus itu bukan hanya dinilai dari wajah dan postur tubuh saja,

Ketika seorang fotografer bekerja dengan model yang berpengalaman, dia dapat berkonsentrasi dengan teknik dan hal-hal yang berkenaan dengan fotografi (seperti setting pencahayaan, kamera, dan alat lainnya) daripada mengatur pose dan ekspresi model secara spesifik. Meskipun demikian, fotografer tetap harus menjalin komunikasi dengan model untuk menyampaikan apa yang mereka ingin dapatkan. Kemudian model akan mengunakan ketrampilannya untuk mewujudkan gambar tersebut dari pose, ekspresi, atau gerakan tubuhnya.

Meskipun memakai jasa model berpengalaman terkesan lebih mudah, tapi tidak semudah yang dibayangkan. Fotografer tetap harus memiliki ide atau imajinasi yang bagus dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk menyampaikan apa yang diinginkan. Ibaratnya, apabila Anda masuk ke dalam satu tim yang berisi orang-orang hebat, Anda juga harus meningkatkan diri supaya setara dengan orang-orang di tim tersebut. Jika tidak, hasil optimal bisa tidak tercapai.

Sedangkan di dalam fotografi portrait, fotografer mencoba membuat foto yang dapat menggambarkan sifat dari subjek foto. Yang harus dilakukan oleh fotografer adalah, mengenal orang tersebut, mencari latar belakang, dan props yang sesuai untuk memperkuat foto yang dihasilkan. Fotografer juga berinteraksi dengan subjek supaya ekspresi dan bahasa tubuh dari subjek foto bisa keluar dengan alami.

Portrait yang juga merekam lingkungan hidup subjek, yang dinamakan environmental portrait. Sedangkan portrait yang hanya wajah saja, sering disebut close-up atau headshot. Seperti jenis fotografi lainnya, fotografi model dan portrait membutuhkan keahlian teknis dan pemahaman tentang pencahayaan. Ada fotografer yang menspesialisasikan diri ke pencahayaan di studio dengan lampu kilat, ada pula yang hanya memotret di luar ruangan saja.

Dengan memahami dan mengunakan cahaya, fotografer dapat membuat foto model yang bagus sesuai dengan harapannya. Satu hal yang sangat penting dalam fotografi portrait dan model adalah, tentang  ketrampilan berinteraksi antar manusia (interpersonal skill). Fotografer harus belajar bagaimana cara untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan subjek.

Jadi, fotografi portrait dan model ini memang tidak mudah, karena membutuhkan ketrampilan yang tidak hanya soal teknis mengunakan peralatan fotografi dan pencahayaan saja. Sebagai kesimpulan, fotografi model dimulai dari sebuah ide dan imajinasi dari fotografer model. Kemudian model yang baik akan menjadi aktor/aktris yang membantu fotografer mendapatkan foto yang bagus. Sedangkan pada fotografi portrait, bertujuan untuk merekam kepribadian seseorang. Fotografer portrait yang baik akan mengunakan ketrampilannya untuk membuat foto yang bercerita tentang orang tersebut.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION