5 Lensa Manual Micro Nikkor Andalan Para Fotografer Makro

Fotografi makro adalah fotografi ekstrem yang bertujuan untuk mendapatkan gambar objek secara lebih detail dan dekat melalui pembesaran. Macro menjadi salah satu hal menarik mengingat teknik ini memberikan gambaran detail objek – objek tertentu yang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang. Bermacam objek seperti bunga dan serangga menjadi detail di hadapan fotografi macro.

Fotografi makro menggunakan lensa makro yang didesain khusus berkemampuan pembesaran 1:1 bahkan lebih. Lensa makro memang dikenal memiliki harga lebih mahal. Karena itu, berkembanglah beberapa teknik fotografi macko lainnya yang dinilai lebih murah, seperti dengan menggunakan tube tambahan yang didesain untuk makro, reverse ring, maupun bellows. Lensa makro yang terbaik adalah lensa yang didesain secara khusus untuk makro dan biasanya berupa lensa “fix”. Terdapat beberapa lensa yang kemudian menggabungkan fungsi makro dengan fungsi “zoom”. Umumya kemampuan pembesaran  lensa jenis ini terpaut sangat jauh bila dibandingkan dengan lensa yang secara khusus didesain sebagai lensa makro.

Sebagai salah satu produsen kameran dan lensa terbesar di dunia, Nikon juga mengeluarkan beberapa jenis lensa makro. Namun di Nikon, mereka menggunakan istilah yang berbeda untuk penyebutan makro, yakni mikro. Lensa Mikro nikon berkembang sejak periode teknologi pre-AI yang digunakan oleh Nilkon sebelum tahun 70an. Ulasan ini hanya akan terfokus pada lensa-lensa fix mikro manual Nikon yang sudah menggunakan teknologi AI dan AIS.

Lensa Micro 200mm f/4 AIS

Lensa ini merupakan lensa manual Mikro dengan Focal Length (FL) terpanjang yang dimiliki oleh Nikon sekaligus lensa makro pertama yang memiliki FL 200mm. Dengan FL 200mm, lensa ini pastinya tidak memiliki hambatan untuk mengambil foto non-makro pada jarak tembaknya. Secara umum, lensa yang menggunakan internal focusing ini memiliki kemampuan yang cukup bagus untuk pembesaran objek. Kelemahannya tampak apabila digunakan untuk mengambil gambar dengan dominasi warna hitam-putih dalam jarak yang lebih dekat. Pada kasus ini, warna biru akan tampak pada gambar yang dihasilkan pada sekitar objek apabila dilakukan pembesaran maksimal.

Lensa Micro 105mm f/2.8 AI-S

Secara umum, boleh dikatakan bahwa lensa ini mungkin adalah lensa Mikro manual terbaik yang pernah dikeluarkan oleh Nikon. Fokus manual dan pewarnaan cukup tajam pada lensa ini untuk semua kamera DSLR. Lensa ini memiliki komponen mekanik dan optik yang cukup baik. Dibandingkan dengan lensa 200mm f/4, optik lensa ini dapat dikatakan lebih baik.

Lensa Manual Micro 105mm f/4

Lensa mikro ini akhirnya pada tahun 1983 digantikan oleh lensa Mikro Nikkor dengan aperture 2.8. Nilai bukaan 4 sebenarnya cukup kecil untuk digunakan dalam fotografi mikro. Secara khusus lebih direkomendasikan lensa terbaru dengan bukaan 2.8, mengingat redupnya pencahayaan pada lensa ini terutama pada jarak-jarak tertentu pengambilan detail objek.

Lensa Micro Nikkor 54mm f/3.5

Lensa Mikro 55mm f/3.5 ini mungkin terlalu tanggung bagi penikmat fotografi makro yang bermaksud betul – betul ingin menghasilkan foto makro yang baik. Dilihat dari sisi focal lenght, lensa ini terlalu pendek untuk mendekati obyek tertentu. Pada beberapa obyek mahluk hidup, FL yang dimiliki lensa berpotensi mengganggu objek yang hendak di foto. Hal ini tentunya dapat memengaruhi foto yang dihasilkan. Bagi para fotografer makro, lensa dengan FL 105 atau 200mm lebih dianjurkan untuk memberikan jarak dengan objek yang diinginkan.

Lensa Micro Nikkor 55mm f/2.8

Seperti halnya lensa manual 55mm/f3.5, bisa dikatakan lensa ini cukup baik dengan kekurangan mendasar pada focal length. FL 55mm menempatkan fotografer sangat dekat dengan objek yang diinginkan. Hal ini akan mengganggu apabila objek foto adalah mahluk hidup yang bisa berpindah. Kelebihan dari lensa generasi sebelumnya, adalah pada aperture yang lebih besar, yakni f2.8. Kelebihan lainnya dibandingkan dengan pendahulunya yaitu ketajaman. Lensa ini cukup tajam pada setiap bukaan aperture. Ini sangat berbeda dengan lensa dengan bukaan 3.5 AI.

Distorsi dari lensa manual mikro Nikkor 55mm f2.8 ini juga sangat minim. Dari sisi material, lensa tersebut memiliki material yang juga jauh lebih baik dari pendahulunya. Selain itu, pabrikan Nikon juga sudah mebenamkan fitur Close Range Correction pun pada lensa ini.

Memilih Lensa Manual Mikro untuk Nikon

Jika dilihat dari sisi ketajamannya, maka rasanya lensa 105mm/2.8 dan 55mm/f.28 bisa Anda jadikan sebagai dua pilihan utama. Namun, Namun jika dilihat dari kenyamanan serta focal length yang pas untuk memotret obyek hidup, maka lensa manual micro 105mm 2.8 AI-S layak ditempatkan sebagai pilihan utama lensa mikro untuk Nikon. Kelebihan lain selain ketajaman adalah soal jarak. 105mm memberikan jarak lebih bagi fotografer untuk mengambil gambar.

Lensa 200mm f/4 bisa menjadi opsi lain jika mempertimbangkan kenyamanan dalam pengambilan gambar untuk menjaga jarak dengan objek. Namun, bukaan senilai f4 perlu menjadi pertimbangan untuk fotografer yang menginginkan gambar lebih cerah. Meski begitu, masalah harga juga mungkin akan mempengaruhi Anda terhadap pilihan lensa-lensa tersebut. Tetapi, apabila Anda merasa soal harga bukan jadi satu kendala yang berarti, maka sangat direkomendasikan agar  Anda memilih lensa dengan bukaan f2.8.(Rul)

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION