Mini Review Lensa Pentacon 135mm f2.8 (Meyer Optik Görlitz Orestor)

Selain lensa – lensa auto focus, nampaknya lensa manual hingga kini masih banyak di gemari oleh fotografer di Indonesia. Selain harganya yang relatif lebih terjangkau jika di bandingkan dengan lensa auto focus, karakteristik dan ketajaman dari lensa manual ini menjadi pertimbangan utama para fotografer masih menggunakan lensa tersebut.

Salah satu jenis lensa yang banyak di gemari dan di buru oleh fotografer di Indonesia yaitu lensa manual focus Pentacon 135mm f2.8 (Meyer Optik Gorlitz Orestor). Untuk Anda penggemar foto – foto bokeh, lensa ini pastinya menjadi pilihan yang tepat untuk di miliki. Dengan jumlah blade sebanyak 15, dan aperture terbesar berada di angka 2.8, sudah barang tentu efek bokeh yang di hasilkan terasa creamy dan smooth.

Disebutkan oleh Ahmad Reza, seorang fotografer di Jakarta Selatan yang sudah 7 tahun menggunakan lensa Pentacon ini, bahwa untuk ketajamannya sangat baik. “ Minim Chromatic juga dan efek bokehnya sangat lembut. Ini salah satu lensa yang kerap saya gunakan saat memotret model ataupun candid saat hunting foto human interest.” ucapnya.

Pembuatan lensa Pentacon 135mm f2.8 ini sendiri bermula pada tahun 1959 lalu. Dimana beberapa produsen kamera di Dresden, diantaranya VEB Kamerawerke Freital, bergabung untuk menciptakan Volkseigener Betrieb Kamera-und Kinowerke Dresden, yang kemudian berganti nama pada tahun 1964 menjadi VEB Pentacon Dresden.

Pada tahun 1968, perusahaan VEB Feinoptisches Werk Görlitz melebur ke VEB Pentacon. Dengan demikian, semua nama-nama lensa Meyer Optik Görlitz sejak itu berganti nama menjadi “Pentacon“. Lensa Pentacon 135mm f2.8 adalah saudara kembar lensa Meyer Optik Görlitz Orestor 2,8/135.(Rul)

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION