Rancangan Musa Widyatmodjo Terinspirasi Candi Borobudur

Keindahan Candi Borobudur menjelang matahari terbenam memberikan rekaman suasana yang tidak terlupakan. Keheningan para biksu yang sedang berdoa berpadu dengan lalu lalang ibu-ibu penjual yang berkebaya dipelataran yang berlatar lekuk indah. Hal itulah yang menginspirasi desainer lulusan Drexel University, Philadelphia, Amerika Serikat, jurusan fashion design, Musa Widyatmodjo, untuk menuangkan dalam rancangan busananya.

Inspirasi itu tergambar pada koleksi yang ditampilkan, yaitu bentuk stupa tersirat dalam karakter siluet. Keunikan siluet tersebut dipadu unsur busana bikhu yang sederhana namun penuh lipat. Kemudian potongan Soft Drapery serta bentuk kebaya kutubaru disatukan dengan selendang yang lebih structured. Selain siluet A, bisa dilihat pula hadirnya siluet x, dan siluet h pada beberapa desain. Kesemuanya disajikan dalam spektrum warna matahari terbenam. Cahaya yang menghangati kokohnya candi dengan kesibukan masyarakat disekitarnya, tampil sebagai warna abu-abu, putih hitam, coklat merah, oranye, kuning kunyit, merah bata, merah pepaya, hijau dan semburat emas.

Modern dan kontemporer Indonesia adalah nuansa yang ingin ditampilkan pemilik tiga brand yaitu ‘Musa Widyatmodjo’, ‘M by Musa’, dan ‘Musa Co’. Sebuah konsep perpaduan gaya busana kasual, sportif cocktail, dan formal menjadi elemen baru bagi presentasi koleksi kali ini. Karakter ready to wear dan haute couture berpadu menjadi ‘New Look Musa Widyatmodjo’.

Kemegahan Candi Borobudur yang kaya akan detail dan sarat makna juga memberi inspirasi tersendiri bagi Musa. “Mahakarya Borobudur” hanya satu di dunia. Dan konsep the only one inilah yang juga saya terapkan. Tidak ada yang sama diantara satu desain dan desain lainnya. Baik bahan, bentuk dan detailnya, semua dirancang individual. Ini seperti mahakarya yang saya eksekusi dalam bentuk helai busana.” ucapnya.

Koleksi Musa Widyatmodjo yang menjabat sebagai penasihat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), diolah dari padu motif batik, tenun, tie, dye, serta bahan organza, crepe, jacquard, flanel, mash, gabardine, lame, dan taffeta. Pengolahan material masih menjadi kekuatan Musa. Aksen tambahan berupa tambahan payet, logam, tabur bebatuan, manik, Crystal, beads, dan juga detil bordir, akan mempercantik keseluruhan koleksi ‘SENJA’.(Ara)

 

 

About the author

I'm Jornalist and Photographer

Related

JOIN THE DISCUSSION